PERINGATI HARI FARMASI SEDUNIA 2026, DINKES DKI JAKARTA GELAR AKSI PERKUAT SISTEM KEFARMASIAN DAN KESADARAN PENGGUNAAN OBAT
berita ini mengenai kegiatan hari farmasi sedunia
Liputan Farmasi --
Jakarta, 25 September 2026 — Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan peringatan World Pharmacist Day 2026 pada Jumat, 25 September 2026 di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta. Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi untuk menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan obat dengan tepat.
Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, perwakilan Kementerian Kesehatan RI, BPOM RI, pimpinan Organisasi Profesi Kefarmasian, tokoh masyarakat, perwakilan pelaku usaha, serta jajaran tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Dalam rangkaian acara dilakukan pelantikan Agent of Change (AoC) sebagai garda terdepan penggerak penggunaan obat yang benar di masyarakat, dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Talkshow utama mengangkat tema "Sinergi Penguatan Sistem Kefarmasian untuk Menjamin Obat yang Aman, Bermutu, dan Berkualitas bagi Masyarakat", menghadirkan narasumber dari Kemenkes, BPOM, Dinkes DKI, dan Ikatan Apoteker Indonesia
Selain diskusi strategis, kegiatan juga diisi dengan:
- Sosialisasi portal Komunitas Apoteker Bersinergi DKI Jakarta
- Penghargaan bagi fasilitas pelayanan kefarmasian Puskesmas dan RSUD terbaik
- Pemaparan fenomena penyebaran informasi obat yang tidak tepat melalui pengaruh media sosial
- Edukasi kesehatan terkait penanganan PPOK dan diabetes
- Lomba Cerdas Cermat serta berbagai kegiatan interaktif lainnya
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengharapkan kehadiran seluruh pihak dapat memperkuat sinergi lintas sektor — mulai dari pemerintah, profesi, dunia usaha, hingga masyarakat luas — demi terwujudnya warga Jakarta yang cerdas dalam menggunakan obat.
Peserta yang hadir mencakup lebih dari 100 perwakilan dari perangkat daerah, organisasi profesi kefarmasian, komunitas masyarakat, pelaku usaha apotek & klinik, serta direktur RSUD dan kepala Puskesmas se-DKI Jakarta serta Persatuan Ahli Farmasi DKI Jakarta yang hadir Jatmiko SSi M.Pharm yang diundang acara tersebut.Hadir pula Perangkat Daerah DKI Jakarta Asisten Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bappeda, serta kepala dinas terkait (Pendidikan, Ketahanan Pangan, Perdagangan & Perindustrian, Penanaman Modal, Satpol PP, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak), Organisasi Profesi Kefarmasian: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), PAFI, IDI, PPNI, PDGI, serta himpunan apoteker di bidang rumah sakit, distribusi, masyarakat, dan kesehatan masyarakat — total 10 organisasi, Tokoh & Komunitas Masyarakat: Pimpinan Muhammadiyah, NU, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Yayasan Orangtua Peduli, serta 15 kader PKK dari 15 kecamatan se-DKI Jakarta, Pelaku Usaha: Apotek dan toko obat di ITC Cempaka Mas, apotek serta klinik yang beroperasi di wilayah Jakarta, Jajaran Kesehatan DKI Kepala Suku Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Administrasi, kepala pusat pelayanan strategis (Pusat Data, Pusat Krisis Kesehatan, Laboratorium Kesehatan Daerah, Jaminan Kesehatan), direktur 30 RSUD/RSKD beserta apoteker penanggung jawab, dan kepala lebih dari 40 Puskesmas di seluruh kecamatan Jakarta.
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama: obat yang aman, bermutu, dan penggunaan yang tepat adalah hak setiap warga Jakarta. Diperlukan sinergi seluruh pihak baik pemerintah, tenaga kesehatan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga setiap warga dimana agar informasi benar tentang obat tersampaikan luas, dan kesalahan penggunaan obat dapat dicegah sejak dini.
What's Your Reaction?